Suara Anak Pribumi: Persatuan dan Kesadaran Mewujudkan Kemerdekaan Papua - AWIPA-MKW

Breaking

Senin, 15 November 2021

Suara Anak Pribumi: Persatuan dan Kesadaran Mewujudkan Kemerdekaan Papua

Gambar: Penulis Frans Utii / AWIPA-MKW



Oleh Frans Utii

Opini, AWIPA-MKW I Perjuangan kemerdekaan bangsa adalah hak setiap manusia untuk bebas hidup dari semua penindasan. Tidak ada jaminan hidup bagi rakyat Papua, kalau martabat manusia tidak di hargai dan tidak di hormati. Pantas karena kolonial aneksasi Papua kedalam bingkai NKRI hanya demi sumber daya alam. Sehingga orang Papua hingga detik ini perlawanan masih terus terjadi, untuk merebut kedaulatan sepenuhnya di tanah Papua.


Walaupun banyak jiwa berkorban dalam perjuangan pembebasan. Itulah nasib bangsa yang harus bayar dengan nurani manusia. Tidak ada kata mundur selagi NKRI mengklonisasi rakyat Papua dengan  berbagai bentuk apapun, semagat perlawanan tetap berkobar di tengah penindasan.


Walaupun, berjuta-juta jiwa manusia di bumi tidak peduli kami, malas tau dengan kami.  Kami melihat itu sebuah kekuatan dalam perlawanan. Kami tetap maju bersama sebagian kecil yang peduli akan kemanusian demi rakyat kecil yang sedang menikmati kehidupanya ditengah seribu tekanan milik negara pengguasa(NKRI).


Tidak ada damai dan aman dalam genggaman klonial. Sepersen orang sedang memandikan keringat menjadi makanan dan mereka  bersuara seribu nada di tenggah asap kendaran milik penguasa dan borjuis Papua yang sedang hidup kemewahan diatas tulang dan darah rakyat yang sedang lapar dan haus akan kebebasan hidup.


Sesungguhnya suatu perjuangan melawan kelompok penindasan yang bersistematik milik negara klonialisme, kapitalisme dan impiralisme harus bersatu dan lawan namun masih banyak orang yang terlena dengan hegemoni klonial demi meredam ideologi perjuangan yang sedang berjuang oleh semua komponen gerakan, demi keselamatan manusia dan sumber daya alam yang Tuhan wariskan kepada rakyat Papua.


Adakah? ruang hati untuk mereka yang sedang tidur tersiksa karena hal-hal brutal itu, sadarlah hai para penjilat makanan sisa milik negara klonialisme itu, pandanglah mereka yang sedang tersiksa dibekuk, disiksa, karena menyuarakan demi kebebasan.


Melihat semua peristiwa ini, tidak ada jaminan hidup bagi rakyat Papua.  Orang Papua pasti habis dan punah diatas negeri sendiri. Sadarlah dan satukanlah barisan dalam perlawanan. Anda dan saya dipandang sebagai binatang buruan setiap waktu. Persatuan dan kebersamaan adalah senjata yang paling jitu untuk menggusir para penguasa dalam merebut kemerdekaan bangsa Papua. Tidak ada solusi lain lawan, lawan, lawan hingga Papua Merdeka.


Penulis adalah Mahasiswa Papua

Tidak ada komentar: